DIAGNOSIS BANDING RHINITIS ALERGI PDF

Diagnosis Banding Rinitis alergi perlu dibedakan dengan rinitis vasomotor, rinitis akut infeksiosa, rinitis sekunder dari obat-obatan baik. alergi rhinitisguideline rhinitis alergi. diagnosis banding rhinitis alergi pdf. allergic rhinitis pdf. jurnal rhinitis alergi pdf. Allergic rhinitis is defined. Diagnosis rinitis alergika berdasarkan pada keluhan penyakit, tanda fisik dan uji .. Relieves nasal symptoms associated with allergic rhinitis.

Author: Jushicage Maubei
Country: Thailand
Language: English (Spanish)
Genre: Spiritual
Published (Last): 17 March 2006
Pages: 96
PDF File Size: 19.7 Mb
ePub File Size: 4.45 Mb
ISBN: 505-6-18982-391-6
Downloads: 57863
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tygojora

Allergic Rhinitis Download Report. Published on Jul View Download 1. Diestimasikan bahwa milyar populasi dunia menderita rinitis alergi. Penyakit ini dapat timbul pada semua golongan umur. Rinitis alergi adalah suatu proses rihnitis mengenai mukosa hidung yang ditandai oleh sekumpulan gejala terdiri dari bersin, hidung tersumbat, gatal pada hidung, dan keluar cairan dari hidung.

Allergic Rhinitis

Rinitis alergi merupakan penyakit inflamasi yang disebabkan oleh interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Variasi prevalensi yang rhknitis diduga disebabkan oleh faktor resiko dalam lingkungan seperti alergen, pola hidup, sosial ekonomi, infeksi pada usia dini, dan lainnya. Penyakit ini dapat mempengaruhi kualitas hidup penderitanya baik secara fisik, emosional, gangguan bekerja, dan sekolah.

Gangguan ini dapat berupa keterbatasan aktivitas, menimbulkan rasa frustasi, gangguan tidur, gangguan emosi, kognitif, serta penurunan kewaspadaan. Tapi alergk ini bukanlah penyakit yang bisa mengancam jiwa.

Untuk menimbulkan reaksi alergi harus dipenuhi 2 faktor, yaitu adanya fase sensitisasi terhadap suatu alergen yang biasa bersifat herediter atopi dan adanya kontak ulang dengan alergen tersebut sehingga menimbulkan manifestasi. Rinitis alergi didefinisikan dengan adanya bersin, sekret nasal, postnasal drip, gatal hidung, dan obstruksi nasal bilateral. Prevalensi meningkat pada semua populasi seluruh dunia yang mana sebagian besar tidak diketahui karena masih belum didiagnosa.

Rinitis alergi mempunyai impak fungsi seharian termasuk sekolah dan kerja dan kualitas hidup, yang merupakan suatu konsekuensi langsung berhubung dengan gangguan tidur.

Rinitis alergi bukan saja suatu beban bagi pasien tersebut tetapi juga bagi anggota keluarga dan pengaruh kehidupan alergk. Triger alergi yang sering adalah polen, kutu rumah, ketombe hewan, serangga kecoa dan jamur dan ia berbeda pada negara dan regio.

Berdasarkan cara masuk, secara diagnoxis alergen dibagi atas: Alergen inhalan, yang masuk bersama udara pernafasan, misalnya debu rumah, tungau, serpihan epitel, bulu binatang serta jamur. Alergen ingestan, yang masuk saluran cerna berupa makanan, misalnya susu, telur, coklat, udang, ikan dan lain-lain.

Alergen injektan, yang masuk melalui suntikan, atau tusukan, misalnya, penicillin, sengatan lebah dan lain-lain. Alergen kontaktan, yang masuk melalui kontak kulit atau jaringan mukosa, misalnya bahan kosmetik dan perhiasan. Intermiten kadang-kadang bila gejal kurang dari 4 hari per minggu dan kurang dari 4 minggu2. Persisten menetap bila gejala ditemukan lebih dari 4 hari per minggu atau lebih dari 4 minggu.

Bbanding berat ringannya penyakit, rinitis alergi dapat diklasifikasikan sebagai: Pembagian klasifikasi yang penting dalam penanganan rinitis alergi secara tepat dan rasional. Berdasarkan sifat berlangsungnya rinitis alergi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: Rinitis Alergi MusimanPenyakit ini timbul periodik, sesuai dengan musim dimana pada waktu terjadi konsentrasi alergen terbanyak di udara. Dapat mengenai semua golongan umur dan biasanya mulai timbul pada anak-anak dan dewasa muda.

Berat ringannya gejala penyakit bervariasi dari tahun ke tahun tergantung pada banyaknya alergen di udara. Faktor herediter pada penyakit ini sangat berperan. Hanya ada di negara yang mempunyai 4 musim.

Alergen rhiinitis spesifik, yaitu tepung sari pollen dan spora jamur. Oleh karena itu dinamakan pollinosis Rinitis alergi musiman ini merupakan suatu rino konjungtivitis oleh karena gejala klinis yang tampak yaitu mata merah, gatal, disertai lakrimasi, sedangkan diagonsis pada hidung berupa hidung gatal disertai dengan bersin paroksismal, adanya diagnoss hidung, rinore yang cair dan banyak, serta kadang-kadang disertai rasa gatal pada palatum.

  MANUAL DE SUTURAS ETHICON PDF

Pada pemeriksaan rinoskopi anterior tampak mukosa hidung pucat kebiruan livide atau hiperemis serta ditemukan eosinofil pada pemeriksaan sekret hidung.

RINITIS ALERGIKA | CHILDREN ALLERGY CENTER

Terapi yang diberikan yaitu dengan melakukan desensitisasi terhadap tepung sari, karena alergennya pada penyakit ini jelas. Rinitis Alergi Sepanjang Tahun Perenial Gejala penyakit ini timbul intermiten atau terus-menerus, tanpa variasi musim, jadi dapat ditemukan sepanjang tahun.

Penyebab yang paling sering yaitu alergen inhalan, terutama pada orang dewasa dan alergen ingestan yang merupakan penyebab pada anak-anak, biasanya diikuti dengan gejala alergi lainnya seperti urtikaria, gangguan pencernaan. Selain faktor spesifik alergeniritasi oleh fakor non spesifik pun dapat memperberat gejala, seperti asap rokok, bau merangsang, perubahan cuaca dan kelembaban yang tinggi.

Klasifikasi ARIA tentang keparahan rinitis alergi2. Ig E ini menempel pada permukaan sel-sel mediator yaitu mastosit dan basofil yang mengandung granula. Proses ini disebut proses sensitisasi, yang memerlukan waktu 5 sampai 10 hari dan5selanjutnya akan ditemukan adanya sel mediator yang tersensitisasi.

Bila terjadi kontak lagi dengan alergen, maka alergen tersebut akan bereaksi dengan Ig E yang terdapat pada permukaan sel mediator tadi. Dengan demikian terjadilah degranulasi sel mediator, yang berakibat pecahnya membran sel mast dan rhiitis zat-zat mediator, seperti histamin, serotonin, bradikinin, Slow Reacting Substance of Anaphylactic SRS-AEosinopyl Chemotactic of Anaphylactic ECF-A dan lain-lain.

Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala klinik. Pada reaksi antigen Ig E antibodi, terjadi pelepasan zat-zat mediator dari mastosit yang terdapat pada saluran nafas. Pada rinitis alergi, zat mediator yang berperan utama yaitu histamin dan serotonin, dimana kedua zat mediator ini memiliki efek dilatasi pembuluh darah kapiler, meningkatkan permeabilitas pembuluh darah sehingga terjadi ekstravasasi cairan dari pembuluh darah, dan meningkatkan sekresi kelenjar.

Secara klinis terjadi rinore, sering bersin dan diagnois tersumbat. Gejala yang timbul bisa tergantung pada musim atau sepanjang tahun. Sebenarnya bersin merupakan gejala yang normal, terutama pada pagi hari rrhinitis bila terdapat kontak dengan sejumlah besar debu.

Hal ini merupakan mekanisme fisiologik, yaitu proses membersihkan sendiri self cleaning process. Bersin dianggap patologik bila terjadinya lebih dari lima kali setiap serangan. Gejala lainnya adalah ingus rinore yang encer dan banyak, hidung tersumbat, hidung dan mata gatal, yang kadang-kadang disertai dengan banyak keluar air mata lakrimasi.

Pada rinitis alergi tidak terdapat demam. Seringkali gejala yang timbul tidak lengkap, terutama pada anak-anak. Pada anak-anak yang berumur kurang dari 2 tahun jarang disebabkan oleh alergen inhalan, gejala yang timbul pada anak-anak aergi sering disebabkan oleh alergi bandinf.

Kadang-kadang keluhan hidung tersumbat merupakan keluhan utama atau satu-satunya gejala yang diutarakan pasien. Tanda pada rinitis alergi biasanya dapat ditemukan pada pemeriksaan kepala-leher.

Pasien dengan obstruksi jalan nafas dapat menunjukkan open-mouthed adenoid facies. Gejala spesifik lain pada anak-anak adalah terdapatnya bayangan gelap di daerah alergl mata yang terjadi karena statis vena sekunder akibat obstruksi hidung. Gejala ini disebut allergic shiner.

Allergic Rhinitis

Gatal pada mukosa hidung menyebabkan anak menggosok-gosok hidungnya dengan menggunakan punggung tangan yang disebut allergic salute. Keadaan menggosok-gosok hidung ini akan mengakibatkan timbulnya garis melintang di dorsum nasi bagian sepertiga bawah, yang disebut allergic crease.

Gambaran polip nasal rinitis alergi A dan deviasi septum B 2. Anamnesis dimulai dengan riwayat penyakit secara umum dan dilanjutkan dengan pertanyaan yang lebih spesifik meliputi gejala di hidung.

Pasien juga ditanyakan manifestasi penyakit alergi lain sebelum atau bersamaan dengan rinitis seperti asma, eksem, urtikaria atau alergi obat. Riwayat penyakit alergi dalam keluarga. Waktu dalam setahun dimana serangan lebih sering timbul juga diperlukan dalam mendiagnosa rinitis alergi musiman. Diagnosis farmasi rinitis alergi Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik pada penderita rinitis alergi memperlihatkan lakrimasi yang berlebih, sklera dan konjungtiva yang merah, daerah gelap di bawah mata.

  AROUND THE DAY IN EIGHTY WORLDS JULIO CORTAZAR PDF

Pada pemeriksaan rinoskopi anterior tampak mukosa edema, basah, bewarna pucat atau livid disertai adanya sekret yang encer. Pembengkakan yang sedang sampai nyata dari konka nasalis yang berwarna kepucatan hingga keunguan. Keadaan anatomi hidung lainnya seperti septum nasi dan perhatikan pula adanya polip nasi.

Pemeriksaan Penunjang y Pemeriksaan sitologi hidung: Pemeriksaan ini berguna untuk prediksi kemungkinan alergi pada bayi atau anak kecil dari suatu keluarga dengan derajat alergi9yang tinggi. Ada beberapa cara yitu: Rinitis Alergi dan Non-alergi10Tabel 2: Sedangkan tindakan operasi kadang diperlukan untuk mengatasi komplikasi seperti sinusitis.

Perjalanan dan beratnya penyakit berhubungan dengan konsentrasi alergen di lingkungan. Pencegahan kontak dengan alergen dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan rumah, menghindari penggunaan karpet, memperbaiki ventilasi dan kelembaban udara. Antihistamin dapat mengurangi gejala bersin, rinore, gatal tetapi mempunyai efek minimal dan tidak efektif untukmengatasi sumbatan hidung. Terdapat banyak macam antihistamin, tetapi secara garis besar dibedakan atas fhinitis H 1 klasik dan antihistamin Bandin 1 generasi baru.

Dekongestan Obat-obat dekongestan hidung menyebabkan vasokontriksi karena efeknya pada reseptor alfa-adrenergik. Berbagai jenis alfa adrenergik agonis dapat diberikan secara peroral seperti pseudoefedrin, fenilpropanolamin dan fenilefrin.

Obat ini secara primer dapat mengurangi sumbatan hidung dan efek minimal dalam mengatasi rinore tetapi tidak mempunyai efek terhadap bersin dan gatal di hidung maupun di mata. Kombinasi antihistamin dan dekongestan Kombinasi kedua obat dimaksud mengatasi semua gejala rinitis alergi termasuk sumbatan hidung yang tidak dapat diatasi bila hanya menggunakan antihistamin saja.

Kortikosteroid topikal dam sistemik Kortikosteroid topikal diberikan sebagai terapi pilihan pertama untuk penderita rinitis alergi dengan gatal sedang sampai bandijg dengan gejala persisten menetapkarena mempunyai efek anti inflamasi yang kuat dan mempunyai afinitas yang tinggi pada reseptornya.

Kortikosteroid sistemik hanya digunakan untuk terapi jangka pendek pada penderita rinitis alergi berat yang refrakter terhadap terapi pilihan pertama.

Kortikosteroid sistemik mempunyai kerja anti inflamasi yang luas dan efektif untuk hampir semua gejala rinitis, terutama sumbatan hidung. Ipratropium bromida Ipratropium bromida topikal merupakan salah satu preparat pilihan dalam mengatasi rinitis alergi. Obat ini merupakan preparat antikolinergik yang dapat mengurangi sekresi rinore dengan cara menghambat reseptor kolinergik tersebut pada permukaan sel reseptor, tetapi12tidak ada efek untuk mengatasi gejala lainnya.

Preparat ini berguna pada rinitis alergi dengan rinore yang tidak dapat diatasi dengan kortikosteroid intranasal maupun dengan antihistamin. Sodium kromoglikat intranasal Obat ini mempunyai efek untuk mengatasi bersin, rinore dan gatal pada hidung dan mata bila digunakan 4 kali sehari.

Preparat ini bekerja dengan cara menstabilkan membran mastosit dengan menghambat influks ion kalsium sehingga pelepasan mediator tidak terjadi. Selain itu obat ini bekerja pada respon fase lambat rinitis alergi dengan menghambat proses inflamasi terhadap aktivasi sel eosinofil. Imunoterapi akan meningkatkan sel Th 1 dalam memproduksi IFN, sehingga aktifitas sel B akan terhambat dan selanjutnya pembentukan Ig E akan tertahan.

Maka dalam hal ini diagnoosis konkotomi pemotongan konka inferior perlu dipikirkan. Diagnosos hidung Otitis media yang sering residif, terutama pada anak-anakKomplikasi ke-1 dan ke-2 bukanlah merupakan akibat langsung dari rinitis alergi, tetapi karena adanya sumbatan hidung sehingga menghambat drainase.

Penyakit ini timbul pada semua golongan umur, tetapi frekuensi terbanyak yaitu anak-anak dan dewasa muda. Penyebab rinitis alergi adalah semua zat yang berperan sebagai alergen pada seorang individu. Zat-zat yang menimbulkan alergi pada seorang penderita belum tentu menimbulkan alergi pada orang lain.